Dalam berinvestasi, selalu ada tingkat risiko tertentu. Baik Anda berinvestasi di saham, real estat, trading atau bahkan memulai bisnis Anda sendiri, selalu ada kemungkinan kerugian. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi setiap investor, dan penting untuk memahami cara menangani risiko ini. Haruskah kita menghindarinya sama sekali, atau lebih baik kita mengelolanya?

Menghindari risiko kerugian mungkin tampak sebagai pilihan paling logis dan aman. Lagi pula, siapa yang ingin kehilangan uang hasil jerih payahnya? (kerja 8—10 jam sehari, bahkan dapat lebih bagi sebagian orang)

Menghindari risiko sepenuhnya juga berarti kehilangan potensi pertumbuhan dan keuntungan. Di pasar yang serba cepat dan selalu berubah saat ini, menghindari risiko sepenuhnya mungkin bukan pilihan yang realistis. Selain itu, upaya menghindari risiko juga dapat menyebabkan hilangnya peluang yang ada.

Di sisi lain, manajemen risiko dapat menjadi pendekatan yang lebih seimbang. Hal ini melibatkan analisis yang cermat terhadap potensi risiko yang terkait dengan investasi dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkannya. Hal ini dapat mencakup mendiversifikasi portofolio Anda, menetapkan order stop-loss, dan melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi atau trading. Dengan mengelola risiko, Anda tidak sepenuhnya menghindarinya, melainkan mengambil langkah-langkah yang diperhitungkan untuk meminimalkannya.

Namun, mengelola risiko juga memerlukan tingkat pengetahuan dan keahlian tertentu. Penting untuk meneliti dan memahami pasar secara spesifik dan menyeluruh sebelum mengambil keputusan. Hal ini mungkin melibatkan pencarian saran dari pakar keuangan dan mengikuti perkembangan tren pasar. Hal ini juga memerlukan disiplin dan kemampuan untuk tetap berpegang pada strategi manajemen risiko Anda, bahkan ketika menghadapi potensi kerugian.

Pada akhirnya, keputusan untuk menghindari atau mengelola risiko bergantung pada selera risiko dan tujuan Anda. Bagi sebagian orang, menghindari risiko sepenuhnya mungkin merupakan pilihan terbaik, sementara sebagian lainnya mungkin bersedia mengambil risiko yang lebih tinggi demi potensi keuntungan yang lebih tinggi. Namun, penting untuk diingat bahwa risiko merupakan bagian yang melekat dalam investasi, trading, dan bahkan bisnis apa pun dan tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Tidaklah salah mengandalkan satu sumber pendapatan, contohnya menjadi karyawan, jika yakin karir Anda akan bagus dan perusahaan dapat terus beroperasi selamanya, masalahnya tidak semua orang mendapatkan kesempatan berkarier yang bagus dan tidak semua perusahaan dapat beroperasi selamanya karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Mari kita kilas balik ke tahun 2020 ketika Covid 19 mewabah dan membuat seluruh dunia kalang kabut, berapa banyak orang yang terdampak? Berapa banyak perusahaan yang tumbang? Berapa banyak orang yang menjadi pengangguran karena hal itu?

Pandemi Covid 19 mungkin menjadi salah satu hal nyata yang memiliki dampak secara global, coba kita fokuskan dan renungkan dampak langsungnya terhadap keluarga jika Anda hanya bergantung terhadap satu sumber penghasilan dan terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Jika Anda menggunakan keahlian fisik tetapi fisik sudah tidak menunjang karena kecelakaan (menjadi difabel, kehilangan pancaindra, kondisi fisik menua)
  • Jika Anda bekerja sebagai karyawan dan perushaan bangkrut
  • Jika Anda memiliki usaha dan terjadi benca alam (gempa, banjir, dll.)

Ini hanya sebagian contoh kecil, jika itu terjadi kepada Anda, lalu siapakah yang akan bertanggung jawab secara ekonomi untuk keluarga Anda dan orang yang Anda sayangi?

Akan tetapi, jika Anda memulai trading dan menjadikannya sebagai sumber pendapatan, selain sumber pendapatan utama, berarti Anda sudah siap mengambil risiko dan menemukan peluang yang lebih baik terhadap kehidupan Anda ke depannya.

Kesimpulannya, dengan tidak mengambil risiko, Anda sebenarnya sudah berada dalam risiko, jadi lebih bijak untuk mengambil risiko dan mengelola risiko tersebut sehingga kita dapat memanfaatkan peluang besar yang datang kepada kita ke depannya.

Cara mengelola kerugian

graph.png

Tidak ada orang yang suka mengalami kerugian, baik dalam bisnis, hubungan, maupun kehidupan pribadi. Namun, ini adalah bagian kehidupan yang tak terelakkan dan pada titik tertentu, kita semua harus menghadapinya. Kuncinya adalah jangan membiarkan kerugian mengalahkan kita, tetapi belajar mengelolanya dengan cara yang sehat dan produktif. Berikut adalah beberapa tip tentang cara melakukan hal itu.

1. Akui dan terima kerugian secara sadar

Langkah pertama dalam mengelola kerugian adalah mengakui dan menerima kerugian Anda. Wajar jika kita merasa sedih, marah, atau kecewa ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Biarkan diri Anda merasakan emosi ini tanpa menghakimi atau memendamnya. Penting untuk berduka dan memproses perasaan Anda sebelum melanjutkan membuat keputusan berikutnya.

2. Ambil jeda (istirahat sejenak) dan renungkan

Saat menghadapi kerugian, kita mudah terjebak pada momen tersebut dan bereaksi secara impulsif. Namun, penting untuk mengambil jeda sejenak dan merenungkan situasinya. Apa yang salah? Apa yang dapat Anda lakukan secara berbeda? Merefleksikan kerugian dapat membantu Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi dan cara menghindari situasi serupa pada masa depan sehingga Anda tidak jatuh dilubang yang sama.

3. Fokus pada apa yang dapat Anda kendalikan

Wajar jika kita merasa sedih dan tidak berdaya saat menghadapi kerugian. Namun, alih-alih memikirkan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan, fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan. Hal ini dapat berarti mengambil langkah-langkah kecil untuk memperbaiki situasi atau menemukan solusi terhadap masalah tersebut. Dengan berfokus pada apa yang dapat dikendalikan, Anda akan merasa lebih percaya diri dan memiliki arah. Dalam trading, jangan fokus untuk mengendalikan pergerakan pasar karena Anda tidak dapat mengendalikannya, yang dapat Anda kendalikan adalah besaran posisi yang Anda buat, jadi fokuslah terhadap ukuran lot dan sesuaikan dengan modal dan potensi kerugian yang dapat Anda terima.

4. Cari dukungan dari orang terdekat

Mengelola kerugian dapat menjadi perjalanan yang sulit dan sepi. Penting untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional jika diperlukan. Berbicara dengan seseorang yang memahami dan peduli dapat memberikan dukungan emosional, dan membantu Anda mendapatkan sudut pandang yang berbeda mengenai situasi tersebut. Jangan takut untuk mencari bantuan saat Anda membutuhkannya.

5. Belajar dari pengalaman

Kerugian dapat menjadi guru yang hebat. Daripada melihatnya sebagai kegagalan, pandanglah itu sebagai pengalaman pembelajaran. Luangkan waktu untuk merenungkan apa yang telah Anda pelajari dari kehilangan tersebut dan cara Anda dapat menerapkan pelajaran ini pada masa depan. Pergeseran pola pikir ini dapat membantu Anda mengubah pengalaman negatif menjadi pengalaman positif. Jika perlu, buat jurnal trading dan catat semua keputusan yang telah Anda buat dan hasilnya, dengan memiliki jurnal trading sendiri Anda dapat belajar dari pengalaman trading Anda.

6. Berlatih mencintai diri sendiri

Selama masa-masa sulit, penting untuk menjaga diri sendiri. Pastikan untuk beristirahat cukup, makan dengan baik, dan lakukan aktivitas yang membuat Anda gembira. Hal ini dapat membantu Anda mengatasi kerugian dan menjaga kesehatan emosional dan suasana hati Anda.

7. Beri diri Anda waktu

Penyembuhan dari kehilangan memerlukan waktu, dan penting bagi Anda untuk bersabar terhadap diri sendiri. Jangan terburu-buru dalam prosesnya atau mencoba menekan emosi Anda. Beri diri Anda waktu dan ruang yang Anda perlukan untuk sembuh dan bergerak maju. Dan, tidak masalah jika Anda melakukannya secara perlahan, ingatlah bahwa masih ada hari esok.

Kesimpulannya, mengelola kerugian tidaklah mudah, tetapi ini merupakan keterampilan yang perlu dimiliki dalam hidup, tidak hanya dalam trading. Dengan mengenali emosi Anda, merenungkan situasi, berfokus pada apa yang dapat Anda kendalikan, mencari dukungan, dan belajar dari pengalaman, Anda dapat mengelola kerugian secara efektif dan menjadi lebih kuat. Ingat, ini bukan tentang menghindari kerugian, tetapi belajar untuk bangkit kembali dari kerugian tersebut dan menjadi sosok yang lebih kuat keesokan harinya.

Mengapa Anda tidak perlu takut kehilangan uang dalam trading

graph 2.png

Perdagangan, baik dalam bentuk saham, mata uang kripto, maupun valuta asing, dapat tampak seperti aktivitas yang menakutkan dan berisiko. Rasa takut kehilangan uang sering kali menjadi alasan utama mengapa orang enggan melakukan trading. Namun bagaimana jika saya mengatakan bahwa rasa takut kehilangan uang dalam trading sebenarnya tidak produktif?

Bahkan, hal itu dapat menghambat potensi kesuksesan Anda di pasar. Izinkan saya menjelaskan alasannya.

Pertama dan terpenting, mari kita bahas fakta bahwa kehilangan uang dalam trading adalah kemungkinan yang sangat nyata. Tidak ada trader, tidak peduli seberapa berpengalaman atau terampilnya, yang dapat menjamin tingkat keberhasilan 100%. Pasar tidak dapat diprediksi dan bahkan keputusan yang paling tepat pun dapat mengakibatkan kerugian. Namun, bukan berarti Anda harus menghindari trading sama sekali.

Faktanya, kehilangan uang dalam trading dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang berharga. Ini dapat memberi Anda pelajaran penting tentang manajemen risiko, disiplin, dan kesabaran. Ini semua adalah keterampilan penting yang diperlukan untuk sukses di dunia trading. Dengan menghadapi kemungkinan kehilangan uang, Anda dipaksa untuk menjadi trader yang lebih berhati-hati dan strategis.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa trading adalah permainan jangka panjang. Ini bukan tentang menghasilkan keuntungan cepat, melainkan membangun portofolio yang berkelanjutan dan menguntungkan seiring berjalannya waktu, “Compounding”. Sedikit kerugian di sana sini tidak boleh menyurutkan semangat Anda untuk terus trading. Faktanya, banyak trader sukses yang mengalami kerugian berkali-kali lipat sebelum mencapai keuntungan yang konsisten. Itu semua adalah bagian dari proses pembelajaran dan hampir semua trader sukses berkata bahwa kerugian itu biasa terjadi dan bahkan trading dapat dikatakan sebagai seni mengelola risiko.

Selain itu, rasa takut kehilangan uang dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak rasional dan impulsif. Ketika Anda terus-menerus khawatir tentang kemungkinan kerugian, Anda mungkin tergoda untuk melakukan keputusan yang terburu-buru tanpa analisis atau riset yang tepat. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi. Sebaliknya, jika Anda melakukan pendekatan trading dengan pola pikir yang tenang dan rasional, kemungkinan besar Anda akan mengambil keputusan yang tepat dan strategis.

Penting juga untuk dipahami bahwa trading bukanlah cara untuk menjadi kaya dengan cepat. Hal ini membutuhkan waktu, tenaga, dan kemauan mengambil risiko. Jika Anda terus-menerus takut kehilangan uang, Anda mungkin kehilangan potensi peluang yang menguntungkan. Ingat, semakin tinggi risikonya, semakin tinggi pula potensi keuntungannya.

Terakhir, penting untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dengan mendiversifikasi keputusan trading Anda pada berbagai instrumen dengan manajemen uang yang baik, Anda dapat meminimalkan dampak potensi kerugian. Inilah sebabnya mengapa penting untuk melakukan riset dan memiliki rencana trading yang solid.

Kesimpulannya, walaupun trading berpotensi mengalami kerugian, tetapi potensi keuntungan yang diperoleh sangat banyak karena tidak hanya berupa materi. Dengan menghadapi ketakutan ini, Anda dapat menjadi trader yang lebih disiplin dan strategis, dan pada akhirnya meningkatkan peluang kesuksesan Anda dalam jangka panjang. Ingat, kuncinya adalah melakukan pendekatan trading dengan pola pikir yang rasional dan penuh perhitungan, serta selalu memiliki rencana trading. Jadi, jangan biarkan rasa takut kehilangan uang menghalangi Anda memasuki dunia trading yang menarik, yang bahkan dapat mengubah kehidupan Anda menjadi lebih baik ke depannya.