Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046

Analisis candlestick: dasar-dasar analisis teknikal

Hari ini kita akan membahas seluk beluk analisis teknikal, yang kita gunakan untuk trading secara bijak dan menguntungkan. 

Analisis teknikal memungkinkan Anda untuk membuat prediksi berdasarkan data historis dari pergerakan harga. Analisis teknikal membantu kita dalam memahami level pembukaan trading – dari level mana harga akan berubah selama pergerakannya. Bagaimana cara terbaik untuk mengamati kenaikan dan penurunannya? Jawabannya adalah melalui grafik. 

Candlestick Jepang

Mari kita buka pasangan mata uang populer di MetaTrader 4, yakni EURUSD. Jika Anda baru pertama kali melakukannya, Anda akan disuguhkan dengan grafik bar atau batang. Tapi mayoritas trader lebih menyukai grafik candlestick Jepang – dan grafik inilah yang juga akan kita gunakan. 

Pic1.jpg

Candlestick Jepang dinilai sebagai yang paling jelas dalam menunjukkan rasio penawaran dan permintaan di pasar valas. Candlestick ini mampu memberikan pandangan yang menyeluruh terhadap situasi pasar jika dibandingkan dengan grafik-grafik lainnya. Candlestick Jepang tidak hanya mampu mengidentifikasi arah pergerakan harga, tetapi juga kekuatannya. Semakin besar candle menandakan trading berlangsung semakin intensif. Analisis candlestick merupakan bagian dari analisis teknikal dan digunakan secara luas di dunia trading. 

Jenis-jenis candlestick

Pertama-tama, semua jenis candlestick dapat dibagi menjadi bullish dan bearish. Candlestick disinyalir bullish apabila dalam periode tertentu, harga cenderung akan naik, dan pembeli lebih dominan di pasar daripada penjual. Sebaliknya, bearish menandakan harga bersiap-siap untuk turun, dan penjual lebih dominan.

Silakan lihat gambar tentang struktur dan elemen penting dari candlestick: 

Pic2.jpg

Candlestick memetakan perubahan harga dalam periode tertentu. Di MT4 Anda bisa melihat 9 periode, atau juga disebut dengan timeframe. Timeframe tersebut terdiri atas 1, 5, 15, 30 menit, 1 jam dan seterusnya hingga 1 bulan. Pada gambar di bawah ini, kami memilih timeframe H1, yang artinya 1 candlestick menampilkan perubahan dari nilai kurs EUR dalam satu jam.

Pic3.jpg

        —  Semakin besar timeframe, semakin kuat sinyal yang diberikan candlestick. Timeframe mingguan dan bulanan memberikan sinyal yang paling akurat, trader pro biasanya trading dalam jangka waktu yang lama dengan jumlah besar. Direkomendasikan untuk melakukan prediksi dengan menggunakan timeframe tidak kurang dari satu jam jika menginginkan hasil analisis yang nyata, bukan ramalan ampas kopi.   

        —  Semakin lama tren dari pola candlestick yang dianalisis, semakin penting sinyal dari pola ini. Tren Forex adalah suatu pergerakan signifikan dari harga instrumen mata uang pada grafik di salah satu dari tiga arah: naik, mendatar (flat), atau turun. 

        —  Sinyal terkuat dapat dilihat di dekat level resistance dan support. (Detailnya akan kami ulas pada artikel berikutnya). 

        —  Secara umum, sinyal candlestick bearish untuk penurunan harga biasanya lebih kuat dibandingkan bullish.

Berhati-hatilah saat memilih candlestick sebagai acuan transaksi. Pantau dengan baik dan selalu pertimbangkan. Lebih idealnya, kombinasikan analisis candlestick Anda dengan beberapa instrumen dan indikator lainnya – hanya untuk memastikan. 

Pola candlestick 

Saat menganalisis jenis dan kombinasi candlestick, Anda bisa memprediksi pergerakan pasar selanjutnya. Kombinasi ini disebut dengan pola (pattern) dan dapat terdiri atas satu, dua, atau tiga candle.

Secara umum, pola candlestick terbagi menjadi:

        —  Pola pembalikan (reversal pattern) atau perubahan tren

        —  Pola lanjutan (continuation pattern) 

Di sini Anda akan melihat enam pola candlestick. Mengapa enam? Supaya lebih mudah dalam memahami materi dan mencari pola pada grafik sesungguhnya. 

Shooting star

Pic4.jpg

        —  Sinyal ini terdiri atas satu candle yang bisa Anda lihat pasca-tren bullish yang panjang 

        —  Candle bisa memiliki warna yang berbeda, tetapi sinyal bearish akan lebih kuat dibandingkan bullish

        —  Bentuk body candle mirip persegi

        —  Upper shadow candle minimal 2 kali lebih besar dari body. Upside shadow bisa sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Jenis candle ini (dengan satu long shadow) juga bisa disebut dengan pin bar.

Shooting star merupakan salah satu sinyal bearish dan mengindikasikan penurunan harga lebih lanjut. Ketika hendak membuka transaksi, sebaiknya menunggu konfirmasi pembalikan tren – candle bearish berikutnya.

 Hammer 

Pic5.jpg

        —  Hammer adalah pin bar yang muncul pasca-jatuhnya tren bearish, yang mengindikasikan kondisi pembalikan arah  tren  

        —  Bentuk body candle mirip persegi 

        —  Dapat berupa candle bearish ataupun bullish, tapi umumnya lebih kuat bullish

        —  Upside shadow yang panjang menandakan bahwa penjual mendorong harga untuk turun, tetapi bulls selalu          berhasil membalik dan menuntun harga untuk naik sampai di atas harga pembukaan candle. Upper shadow bisa sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Untuk lebih amannya, sebaiknya menunggu konfirmasi dan baru membuka transaksi setelahnya. Adapun konfirmasi yang tepat adalah pada candle bullish berikutnya. Dan akan lebih baik lagi bila harga penutupan dari candle yang selanjutnya lebih tinggi dari harga pembukaan dari candle sebelum pola hammer.

Hanging man

Pic6.jpg

        —  Jenis pin bar ini mirip dengan hammer, tapi diterapkan pasca-bangkitnya tren bullish

        —  Merupakan sinyal pembalikan

        —  Konfirmasi yang tepat untuk sinyal ini adalah berupa candle bearish yang selanjutnya dengan penutupan harga lebih rendah dari harga penutupan dari candle sebelum pola hanging man 

Salah satu pola candlestick paling berpotensi dan secara praktis konfirmasi pembalikan trennya mendekati sempurna adalah morning star dan evening star.

Morning star 

Pic7.jpg

Sinyal ini terdiri atas tiga candle, yang didahului dengan tren bearish:

        —  Bentuk body candle bearish pertama besar 

        —  Setelah gap – body candle kecil apa pun warnanya 

        —  Setelah gap lain, ada candle bullish yang besar, tumpang tindih atau berukuran sama dengan yang pertama.

        —  Kondisi utamanya adalah gap antara dua candlestick yang berdekatan. Tapi mereka tidak tumpang tindih. Jika demikian, formasinya dapat dianggap komplet. Sehingga shadow dari star dapat diabaikan.

Evening star

Pic8.jpg

Pola ini merupakan kebalikan dari morning star dalam tren bullish. Anda juga akan melihat tiga buah candle:

        —  Bentuk body candle bullish pertama besar

        —  Setelah gap dengan candle sebelumnya, ada body kecil dari candle kedua apa pun warnanya.

        —  Setelah gap lain, ada candle bearish yang besar, tumpang tindih atau berukuran sama dengan yang pertama.

Morning dan evening star yang paling menyilaukan adalah yang ditengah-tengahnya terlihat candle doji. 

Doji

·         

Pic9.jpg

        —  Disebut juga candle yang tak menentu, di situ harga pembukaan dan penutupannya sama atau hampir sama. Body candle sangat pendek

        —  Upper dan upside shadow candle nyaris sama 

Doji itu ibarat lampu lalu lintas warna kuning. Pada momen ini, kekuatan pembeli dan penjual seimbang dan berjeda. Doji kerap disalahartikan sebagai pin bar, sedangkan setelah pola candle semacam ini, tren biasanya dapat berlanjut maupun berbalik.

Beri tanggapan pada artikel ini, sehingga kami tahu bahwa analisis candlestick kami menarik dan bermanfaat bagi Anda! Keenam pola candlestick ini merupakan enam kombinasi menuju sukses. Terapkan pengetahuan baru Anda untuk menguji dan mengetahui semua pola pada grafik!  

 

bell

Berlangganan notifikasi

Teruslah terupdate dengan segala perubahan pasar, dapatkan beragam berita dan sinyal trading