Konflik antara Rusia dan Ukraina telah memasuki minggu ketiga. Dampak konflik dirasakan oleh pasar finansial global, di mana selama beberapa pekan terakhir harga emas, minyak, USD, dan saham bergerak signifikan.

Kondisi ini dikenal sebagai “volatilitas”, yang terjadi akibat pergerakan harga tiba-tiba dan ekstrim. Hal ini merupakan reaksi terhadap ketidakpastian pasar. Maka bisa dikatakan bahwa volatilitas adalah besarnya pergerakan harga, entah naik atau turun. Semakin besar dan sering harga mengayun, maka pasar semakin volatil.

Selain peristiwa global seperti konflik Rusia-Ukraina yang saat ini cukup berdampak pada pergerakan harga atau krisis pandemi di awal 2020, volatilitas pasar umumnya disebabkan oleh kondisi ketidakpastian akibat perubahan tingkat suku bunga, tingkat inflasi, serta berbagai kebijakan moneter lainnya. Maka juga wajib bagi kita trader untuk memperhatikan laporan atau data yang dipublikasikan Bank Sentral.

Kita perlu memahami volatilitas pasar dan instrumen di dalamnya supaya dapat merancang strategi yang sesuai dengan kondisi tersebut. Dengan menguasai situasi sebelum volatilitas di mana harga mulai melonjak, kita dapat memutuskan apakah akan keluar dari transaksi atau justru menyesuaikan strategi.

Jenis-jenis Volatilitas

Finex akan membantu Anda untuk memahami volatilitas dalam rangka agar Anda dapat mengambil keputusan terbaik dari sebuah kondisi ketidakpastian, yaitu keuntungan dari sisi finansial yang bermanfaat bagi diri dan keluarga Anda.

Secara umum, volatilitas dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni volatilitas historis (historical volatility) dan volatilitas tersirat (implied volatility). Dengan mempelajari jenisnya, Anda bisa mendapatkan sinyal yang dibutuhkan di momen jelang potensi lonjakan volatilitas.

1. Volatilitas Historis

Ukurannya adalah data fluktuasi harga di masa lalu atau tren sebelumnya guna memprediksi pergerakan harga di masa depan. Namun, indikator ini tidak memaparkan insight mengenai rincian tren berikutnya atau arah pergerakan harga.

2. Volatilitas Tersirat

Volatilitas tersirat (implied volatility) merupakan parameter kunci dalam option pricing. Indikator ini memberikan gambaran seberapa besar volatilitas sebuah instrumen di masa depan.

Volatilitas dalam Forex

Forex sebagai transaksi pasangan mata uang dipengaruhi oleh berbagai aspek dan konteks yang menyangkut masing-masing negara. 

Umumnya, trader yang menghindari risiko besar cenderung memilih pasangan mata uang dengan volatilitas rendah, sedangkan trader yang menyukai risiko tentu bersemangat memantau pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi.

Volatilitas tinggi meningkatkan risiko, tetapi di saat bersamaan terdapat potensi keuntungan yang besar.

Menurut Seputar Forex, terdapat lima indikator volatilitas yang sering digunakan oleh trader karena kemudahannya. Lima indikator ini telah tersedia pada platform Metatrader 4 yang Anda gunakan untuk bertransaksi di Finex.

1. Bollinger Bands

2. Average True Range (ATR)

3. Keltner Channel

4. Parabolic Stop and Reverse

5. Indikator Momentum (Rate of Change/ROC)

Cara Menghitung Volatilitas Forex

Anda dapat menghitung volatilitas dengan menggunakan Kalkulator Volatilitas Forex seperti di bawah ini, via Investing.com.

Kalkulator - Volatilitas - Forex.JPG

Pada bagian atas halaman, pilih jumlah periode yang volatilitasnya ingin Anda hitung. Semakin panjang rentang waktu yang Anda pilih, maka volatilitasnya akan semakin rendah. Setelah data tersaji, klik pada satu pasangan mata uang yang Anda inginkan untuk melihat rata-rata volatilitas harian, rata-rata volatilitas per jam, dan detail volatilitas per hari sepanjang pekan.

Dampak Konflik Rusia-Ukraina terhadap Volatilitas Pasar

Peningkatan ketidakpastian pasar saat ini yang disebabkan oleh peristiwa kemanusiaan di Ukraina belum memunculkan garis waktu yang jelas, atau dengan kata lain, kita akan masih diliputi ketidakpastian.

Terdapat potensi kerusakan hubungan jangka panjang antara Timur dan Barat karena konflik tersebut yang dapat semakin mengikis sentimen dan kepercayaan investor.

Merujuk karakteristik historisnya, emas menjadi aset lindung nilai di tengah situasi krisis. Tampak dari harga emas yang volatil selama beberapa pekan terakhir.

XAUUSD.sH4-1803.png

(Keterangan gambar: Volatilitas pergerakan harga emas melonjak tajam sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina)

Dari perspektif pasar minyak, Rusia adalah salah satu dari tiga produsen minyak terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Saat ini, harga minyak telah turun dari level tertinggi yang mendekati US$140 per barel pada awal Maret. Kondisi ini cukup memberi gambaran bahwa pasokan minyak global dapat menahan penurunan pasokan dari Rusia. Namun, harga ini masih berada di atas harga normal jangka panjang, sehingga bisa dikatakan bahwa pasar minyak masih jauh dari kata stabil.

Pada pertemuan The Fed di Maret 2022, mereka menaikkan target suku bunga dana fed seperempat poin menjadi 0,25% -0,5% yang sejalan dengan ekspektasi pasar. Dengan rilis ini, momentum bullish USD diproyeksikan akan masih terus terjaga.

Penutup

Pemahaman terhadap volatilitas menjadi salah satu kunci untuk mengambil keuntungan di tengah situasi yang unik ini. Buat pendekatan tepat bersama Finex. Selalu ikuti berita dari kami melalui notifikasi, newsletter, dan website Finex untuk sigap terhadap waktu transaksi terbaik.

Trading bersama Finex.