Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Saham AS Rebound Di Tengah Bayang-Bayang Corona

Saham AS Rebound Di Tengah Bayang-Bayang Corona

04/02/2020, 07:20

Wall Street bangkit dari keterpurukannya di akhir minggu lalu, meski investor tetap waspada terhadap kekhawatiran akan virus corona.

Melansir Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 143,78 poin lebih tinggi, atau 0,51%, pada 28.399,81. S&P 500 naik 0,73% menjadi berakhir di 3.248,92. Sementara, Nasdaq Composite naik 1,34% pada 9.273,40.

Saham Nike mendorong indeks Dow lebih tinggi dengan kenaikan 3,1% setelah analis UBS dan JPMorgan merekomendasikan untuk membeli saham karena pelemahan terkait virus corona. JPMorgan menyebut pelemahan baru-baru ini sebagai "peluang pembelian multi-tahun."

Sementara itu, saham Tesla melonjak lebih dari 19% menembus rekor setelah analis Argus Research menaikkan target harga saham menjadi $808 per saham.

Menghijaunya pasar saham tidak lepas dari dukungan data Institute for Supply Management (ISM) mengatakan aktivitas pabrik AS rebound pada Januari setelah berkontraksi selama 5 bulan berturut-turut di tengah lonjakan pesanan baru.

Data ISM AS di Januari berada pada 50,9 poin indeks, meningkat 3,10 poin indeks dari tingkat bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sementara tingkat di bawahnya menunjukkan kontraksi. Para ekonomi yang disurveu oleh Reuters memperkirakan indeks naik menjadi 48,5 poin indeks.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 menguat setelah pemerintah China menambahkan stimulus dalam upaya menopang perekonomiannya dan data manufaktur AS melampaui estimasi.

Meski rebound, S&P 500 masih mencatat penurunan lebih dari 2% sejak kekhawatiran atas virus mematikan tersebut dimulai hampir dua minggu lalu, dan mengakhiri sesi perdagangan Senin di bawah level tertingginya. Penguatan indeks didorong saham teknologi, sementara saham perusahaan energi dan industri merosot.

Kembalinya minat investor terhadap ekuitas AS namun tidak menjalar ke seluruh aset. Obligasi Treasury AS mengalami sedikit penurunan, sedangkan kontrak berjangka minyak dan tembaga terus turun di London.

Sementara itu, saham-saham di Shanghai mencatat kemerosotan tertajam sejak 2015 karena ekonomi negara ini terdampak wabah virus corona jenis baru yang telah merenggut sedikitnya 360 nyawa dan menginfeksi belasan ribu orang.

Di China, People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem keuangan pada hari kemarin sebagai bagian dari serangkaian langkah untuk menopang pasar keuangan mereka.

PBOC menginjeksi dana 900 miliar yuan atau $129 miliar dengan seven-day reverse repurchase agreements sebesar 2,4%, juga suntikan 300 miliar yuan atau %$45 miliar dengan 14-day contracts sebesar 2,55%.

Pihak otoritas telah berjanji untuk menyediakan likuiditas berlimpah dan mendesak investor untuk mengevaluasi dampak virus corona secara objektif.