Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Dollar Menjauh Dari Level Tertinggi 4 Bulan Terhadap Euro

Dollar Menjauh Dari Level Tertinggi 4 Bulan Terhadap Euro

12/02/2020, 08:05

Dollar mengalami pelemahan dari level tertingginya dalam empat bulan terhadap euro pada perdagangan kemarin, menyusul meningkatnya kembali pemburuan aset berisiko pasca seminggu mengalami lonjakan karena safe haven akibat kekhawatiran atas wabah virus corona di China.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat ke rekor tertingginya ketika para investor mempertimbangkan pernyataan dari pejabat kesehatan resmi China bahwa wabah corona mungkin telah mencapai puncaknya.

Wabah virus corona di China mungkin berakhir pada April, penasehat kesehatan China dalam laporannya, bahkan ketika kematian melampaui 1.000 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman global yang berpotensi lebih buruk daripada terorisme. 

Kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari virus corona telah menambahkan dorongan bagi penguatan dollar AS dalam perdagangan beberapa hari terakhir.  Dengan membaiknya data ekonomi meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi AS lebih kuat daripada zona euro.

Dollar juga menguat karena volatilitas rendah di sebagian besar pasar mata uang telah mendorong investor untuk mencari carry trade (aksi mengambil keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga antar negara), dimana mereka meminjam dalam mata yang yang memberikan imbal hasil rendah seperti euro dan swiss franc, serta berinvestasi dalam dollar atau mata uang lain yang memberikan imbal hasil tinggi.

Euro yang sempat jatuh ke level $1.08909, merupakan level terendah sejak 1 Oktober lalu, dan pada akhir perdagangan berhasil memperbaiki kejatuhannya di $1.09145.

Semalam, ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Kongres bahwa ekonomi AS berada di tempat yang baik, bahkan ketika ia mengutip ancaman potensial dari virus corona dan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi jangka panjang.

Data AS semalam menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun selama dua bulan berturut-turut di Desember dengan mencapai level terendah dalam dua tahun. Sementara perekrutan pekerja sedikit meningkat, menunjukkan percepatan baru-baru ini dalam pertumbuhan pekerjaan tidak mungkin dipertahankan.