Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Minyak Rebound Dari Level Terendah 13 Bulan

Minyak Rebound Dari Level Terendah 13 Bulan

12/02/2020, 08:55

Harga minyak berhasil rebound sekitar 1% dari posisi terendah dalam 13 bulan pada perdagangan kemarin. Karena sejumlah kasus virus corona baru melambat di China, meredakan beberapa kekhawatiran atas potensi kehancuran permintaan minyak yang berkepanjangan.

Korban tewas akibat corona melampaui angka 1.000 jiwa, meskipun jumlah kasus baru yang dikonfirmasi turun. Epidemi ini mungkin sudah berakhir pada April, menurut penasehat medis pemerintah China mengenai wabah virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup pada $54,01 per barel, naik $0,74 atau 1,4% setelah Senin lalau sempat jatuh ke level terendah sejak Januari tahun lalu di $53,11 per barel.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik $0,37 atau 0,8% ke posisi $49,94 per barel.

Investor tetap mewaspadai bahwa permintaan minyak China dapat memberi pukulan lebih lanjut jika virus corona tidak dapat ditahan dan jika Organisasi Negara-nerga Pengekspor Minyak (OPEC) serta sekutunya, yang dinekal dengan sebagai OPEC, gagal menyepakai langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung harga.

Perlu diketahui, wabah virus ini telah mengurangi permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Perusahaan penyulingan negara China berencana untuk memangkas sebanyak 940.000 barel per hari (bph), hampir 1% dari permintaan dunia, dimana tingkat pemrosesan minyak mentah mereka pada bulan ini. 

Badan Informasi Energi AS memangkas perkiraan pertumbuhan permitaan minyak global untuk tahun ini sebesar 310.000 barel per hari setelah wabah virus corona.

Minyak juga mendapat dorongan dari reli di pasar ekuitas dunia, yang melanjutkan kenaikan mereka ke reko tertinggi pada hari kemarin dengan harapan virus telah mencapai puncaknya. OPEC dan sekutu termasuk Rusia menahan produksi sebesar 1,7 juta barel per hari pada 2020 untuk mendukung pasar dan telah mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut. Panel penasehat OPEC+ mengusulkan pengurangan tambahan 600.000 barel per hari minggu lalu, tetapi Rusia telah menunda memberikan sikap resminya, membuat frustasi beberapa anggota OPEC.

Diakhir perdagangan kemarin, harga minyak memangkas keuntungan setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS.

Peluang trading minyak hari ini berpotensi menguat, dimana harga yang ditutup pada penutupan kemarin, lebih tinggi dari sebelumnya. Dimana indikator stochastic oscillator pada timeframe D1 sudah menunjukkan perpotongan keatas. Kendati harga masih di bawah moving13, membuka ruang untuk mendekati area moving tersebut yaitu $51,27. Waspadai penutupan harian di atas area moving13 karena akan membuka ruang beberapa hari kedepan untuk menguji area $53,13.


R3 : 51,45
R2 : 51,07
R1 : 50,48

Pivot : 50,10

S1 : 49,51
S2 : 49,13
S3 : 48,54

Rekomendasi : Buy