Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Minyak Turun, COVID-19 Tetap Menjadi Ancaman Pemulihan Permintaan Bahan Bakar

Minyak Turun, COVID-19 Tetap Menjadi Ancaman Pemulihan Permintaan Bahan Bakar

12/04/2021, 13:25

Minyak turun sampai Senin siang, dengan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan ekonomi AS siap untuk pertumbuhan yang lebih kuat sementara juga memperingatkan bahwa COVID-19 tetap menjadi ancaman.

Minyak mentah berjangka Brent turun 0,52% menjadi $ 62,62 pada 13:20 WIB, dengan rentang waktu yang cepat untuk kontrak berjangka Brent mundur sebesar 44 sen per barel dibandingkan dengan 32 sen seminggu sebelumnya. Kontrak berjangka WTI turun 0,47% menjadi $ 59,04.

Ekonomi berada pada "titik perubahan" dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan perekrutan di depan berkat peluncuran vaksin COVID-19 dan dukungan kebijakan yang kuat, kata Powell dalam sebuah wawancara. Namun, dia juga menambahkan bahwa risiko utama adalah virus COVID-19 yang terus menyebar, dengan India terkena gelombang kedua dan Eropa masih berjuang melalui gelombang ketiga.

Wabah virus menyebabkan beberapa negara memperbarui langkah-langkah pembatasan dan merusak awal yang kuat dari cairan hitam hingga 2021 karena kekhawatiran pemulihan permintaan bahan bakar juga muncul kembali.

Di sisi pasokan, Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC +) akan menambah lebih banyak barel mulai Mei dan seterusnya. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, juga mengatakan bahwa peningkatan tersebut merupakan langkah tepat bagi kartel.

Saat diskusi terus menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, Iran tetap menjadi wildcard untuk pasar. Pembicaraan antara produsen OPEC dan kekuatan lainnya akan berlanjut setelah putaran pertama selesai pada minggu sebelumnya.

bell

Berlangganan notifikasi

Teruslah terupdate dengan segala perubahan pasar, dapatkan beragam berita dan sinyal trading