>Tekanan Minggu Lalu Mengendur, Minyak Stabil

Tekanan Minggu Lalu Mengendur, Minyak Stabil

Pasar minyak mentah mulai stabil meski tercatat bervariasi hingga perdagangan kemarin. Pemicunya ekuitas global yang mulai menutup beberapa kerugian dari penurunan satu minggu terbesar dalam dua tahun.

Harga minyak mentah berjangka Brent  tergelincir 20 sen atau 0,3 persen menjadi $62,59 per barel. Sementara minyak mentah AS naik 9 sen menjadi $59,29 per barel, naik 0,2 persen, sumber Reuters.

"Pada hari ini, pasar mencoba mengangkat kepalanya. Itu terkait dengan pelemahan dollar," menurut Gene McGillian, Direktur Riset Pasar Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Dollar melemah membantu harga minyak naik karena komoditas yang dihargakan dalam mata uang ini menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak mentah juga mendapat dorongan karena para pedagang yang telah melepas posisi long pada pekan lalu, tampaknya mendapatkan kembali beberapa pijakan panjang, menurut John Macaluso, Analis Tyche Capital Advisors.

Harga minyak mentah sempat naik pada awal perdagangan, kemudian melemah dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan produksi AS akan melampaui penurunan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Produksi minyak mentah AS diperkirakan meningkat pada Maret sebesar 111 ribu barel per hari dari bulan sebelumnya menjadi 6,76 juta barel per hari, kata Administrasi Informasi Energi AS melalui laporannya.

EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS dapat meningkat menjadi 11 juta barel per hari pada akhir tahun.

Awal pekan ini, pasar cenderung didorong faktor teknis sebelum data persediaan fundamental dari Administrasi Informasi Energi A.S. dimulai pada akhir pekan ini, Macaluso mengatakan.

 

Kembali ke berita awal