>Skandal PM Jelang, Angkat Dollar

Skandal PM Jelang, Angkat Dollar

Dollar menguat terhadap Yen Jepang di sesi memasuki perdagangan Eropa, dengan latar belakang gejolak politik di Jepang. PM Jepang, Shinzo Abe, dilanda skandal sehingga pasar khawatir masalah tersebut akan mempengaruhi kinerja Abe dan mengancam kebijakan ekonomi yang telah disusunnya, termasuk pelonggaran moneter.

Senin kemarin, Kementerian Keuangan Jepang mengakui bahwa mereka melakukan perubahan dokumen terkait pemotongan harga jual lahan kepada Kepala Sekolah Moritomo Gakuen, yang merupakan relasi dari istri Abe. Pemotongan harga tersebut menguntungkan pihak Moritomo Gakuen secara pribadi.

Dugaan manipulasi dokumen penjualan tanah tersebut berpotensi menggerus popularitas Abe, serta mengikis harapannya untuk menjadi Perdana Menteri Jepang ketiga kalinya dalam pemilu pada bulan September mendatang.

Apabila Abe tak lagi menjadi PM Jepang, maka kelangsungan salah satu program ekonominya yang dikenal dengan "Abenomics", yakni untuk melemahkan Yen, dikhawatirkan akan terancam gagal.

Kendati Dollar menguat terhadap Yen siang ini, para analis masih memperkirakan bahwa Yen masih bisa menguat lagi dalam jangka panjang, sembari memperhatikan perkembangan kasus ini lebih jauh. Penguatan Yen kali ini, menurut analis Reuters, mungkin disebabkan karena banyaknya trader yang juga mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga AS. Selain itu adalah juga akibat dari pergerakan teknikal dan tinggal menantikan koreksi harga.

Deutsche Bank memperkirakan bahwa Yen akan makin kuat. "Kami yakin bahwa pergerakan di awal tahun merupakan permulaan trend reversal USD/JPY," kata Mallika Sachdeva, ahli strategi FX di Deutsche.

Kembali ke berita awal