Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Poundsterling Terdongkrak Data Ekonomi, Tapi Sentimen Masih Rapuh

Poundsterling Terdongkrak Data Ekonomi, Tapi Sentimen Masih Rapuh

15/09/2020, 13:45

Poundsterling menanjak lebih dari 0.3% ke kisaran 1.29251 terhadap dollar pada perdagangan Eropa sore tadi

Pound juga unggul terhadap euro dan yen jepang, berkat dorongan kabar perkembangan riset vaksin AstraZeneca-Oxford University dan data pengangguran Inggris yang lebih baik dari ekspektasi. Akan tetapi, prospek mata uang ini tetap suram lantaran adanya sejumlah masalah yang sudah bercokol sejak beberapa waktu lalu.

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan jumlah pengangguran di Inggris hanya bertambah 12,000 dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Juli lalu.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding estimasi pasar yang sebesar 125,000, sehingga tingkat pengangguran tetap berada pada level 4.1 persen. Jumlah klaim tunjangan pengangguran untuk bulan Agustus juga hanya meningkat 73,700 saja, bukannya 100,000 sebagaimana diperkirakan sebelumnya.

Namun, sejumlah analis masih mempertahankan penilaian mereka bulan lalu bahwa ini merupakan periode awal dari krisis pengangguran massal yang akan terjadi setelah bantuan fiskal pemerintah berakhir.

Wilson menilai Inggris membutuhkan lebih banyak kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja pada musim panas ini, demi menghindari kenaikan tingkat pengangguran yang lebih pesat selama tahun depan dan setelahnya.

Namun, belum ada kabar mengenai proposal semacam itu dari pemerintah Inggris. Sementara itu, kontroversi terkait RUU Pasar Dalam Negeri belum juga mereda. RUU ini bahkan berhasil lolos dalam pembahasan pertamanya di parlemen Inggris dengan perolehan suara 340 banding 263.

Poundsterling memangkas relinya kemarin gegara kabar ini. Di sisi lain, Uni Eropa dirumorkan akan menunda pemberian perpanjangan izin lembaga-lembaga keuangan di City of London untuk memproses kliring transaksi euro bagi klien-klien asal UE. Apabila rumor ini valid, ada potensi mengguncang Inggris dan dunia internasional.

Industri jasa keuangan berkontribusi besar bagi GDP Inggris, sedangkan London mengelola lebih dari 40% volume transaksi perdagangan forex dunia.

 

bell

Berlangganan notifikasi

Teruslah terupdate dengan segala perubahan pasar, dapatkan beragam berita dan sinyal trading