Jelang FOMC, Dolar AS Lanjut Naik

28/07/2021, 16:05

Dolar Amerika Serikat lanjut beranjak naik pada Rabu (28/07) petang, tetapi masih di bawah level tertinggi baru-baru ini di tengah suasana kehati-hatian menjelang keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve AS.

Pada pukul 14.41 WIB, indeks dolar masih menguat 0,10% di 92,532.

USD/JPY naik tipis 0,09% ke 109,86, GBP/USD menguat tipis 0,03% di 1,3878, EUR/USD melemah 0,05% ke 1,1809 dan AUD/USD turun 0,18% di 0,7347.

Dari dalam negeri, rupiah turun tipis 0,05% ke 14.497,5 per dolar AS hingga pukul 14.48 WIB.

Fokus utama sesi hari ini Rabu ini adalah kesimpulan pertemuan dua hari Federal Reserve AS. Perubahan nada kebijakan hawkish bank sentral yang tak terduga pada pertemuan sebelumnya di bulan Juni menyebabkan reli selama sebulan untuk dolar, tetapi trader tidak mengharapkan terjadi perubahan signifikan dalam pernyataan hari ini, bahkan di tengah diskusi yang sedang berlangsung mengenai waktu keluar dari program pembelian obligasi.

“Dari ancaman varian virus Delta yang sangat menular, moratorium pembatasan yang akan berakhir dan tunjangan pengangguran tambahan, ada terlalu banyak ketidakpastian bagi The Fed untuk menekan pedal untuk tapering,” kata analis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan pada hari Selasa bahwa orang-orang yang divaksinasi penuh mulai memakai masker di dalam ruangan lagi di wilayah di mana kasus melonjak, ini mencerminkan meningkatnya risiko.

Namun, jika "salah satu dari dua kata lima huruf (Delta atau Taper) masuk ke pernyataan FOMC, kita akan melihat reaksi besar dalam dolar AS," tambah Lien. “Jika The Fed memasukkan kegelisahan tentang varian Delta, dolar AS dapat memperpanjang penurunannya dengan cepat. Jika mengabaikan kekhawatiran itu dan secara resmi mengakui bahwa penurunan akan datang, dolar AS akan melonjak.”

Euro tidak terbantu oleh rilis kepercayaan konsumen di Jerman dan Prancis yang menunjukkan kepercayaan gagal membaik, sementara Sterling didukung oleh laporan bahwa pemerintah Inggris akan mengizinkan para pelancong yang divaksinasi penuh dari AS dan Uni Eropa untuk memasuki Inggris tanpa karantina, kemungkinan awal minggu depan.

Adapun, USD/CNY turun 0,10% di 6,5041 pukul 14.48 WIB setelah yuan mencatat hari terburuknya sejak Oktober pada Selasa akibat dari gejolak di pasar ekuitas lokal.

Promosi

Scroll ke atas
bell

Berlangganan notifikasi

Teruslah terupdate dengan segala perubahan pasar, dapatkan beragam berita dan sinyal trading