Finex
MT Haryono Street No.Kav. 2-3, RT.1 RW.6 12810 Jakarta, ID
021-50101569, 021-50101046
>Wall Street Koreksi, Minimnya Sentimen Positif

Wall Street Koreksi, Minimnya Sentimen Positif

29/07/2020, 08:20

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan penurunan pada perdagangan Selasa. Penurunan terjadi akibat tidak adanya sentimen positif yang bisa menggairahkan investor. Penurunan juga dipengaruhi oleh kejatuhan di harga saham-saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 205,49 poin atau turun 0,77%, menjadi 26.379,28. Nasdaq Composite turun 134,17 poin atau 1,27% menjadi 10.402,09 dan S&P 500 turun 20,97 poin atau 0,65% menjadi 3.218,44 pada penutupan.

Penurunan itu dipengaruhi saham-saham teknologi yang sebagian besar mencatatkan kejatuhan tajam, di mana saham Amazon tergelincir 1,8% dan Netflix turun 1,4%. Saham alfabet sementara itu, anjlok 1,7%. Saham Facebook juga turun 1,5% dan Apple ditutup 1,6% lebih rendah.

Sentimen buruk lainnya yang menghapus kenaikan di pasar saham pada Selasa, datang dari perdebatan yang terjadi antara Senat dari Partai Republik dengan Demokrat soal rencana peluncuran stimulus Republik untuk mereka yang terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Sebagaimana dilaporkan CNBC International, pada akhir pekan lalu Senat dari Partai Republik telah membuat rencana pendanaan yang akan mencakup bantuan untuk orang Amerika yang menganggur, pembayaran langsung lainnya kepada individu hingga US$ 1.200, dan lebih banyak dana untuk pinjaman usaha kecil Program Perlindungan Paycheck, juga sejumlah bantuan lainnya.

Sayangnya pada Senin, Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan bahwa Partai Republik belum benar-benar siap untuk melakukan negosiasi yang serius soal rencana paket stimulus raksasa itu.

Buruknya, perdebatan itu terjadi di saat wabah Covid-19 terus bertambah dengan pesat di AS, yang mana dampaknya bukan hanya menghantui kesehatan warga AS, tapi juga ekonominya.

Menurut Worldometers, per Rabu pagi ini AS telah memiliki 4.493.962 kasus Covid-19. Sebanyak 152.144 orang dari total itu telah meninggal dunia dan 2.174.154 sembuh.

 

bell

Berlangganan notifikasi

Teruslah terupdate dengan segala perubahan pasar, dapatkan beragam berita dan sinyal trading