Stop loss adalah sebuah order atau perintah untuk menutup posisi yang berguna untuk membatasi kerugian dalam nilai tertentu.

Take Profit adalah sebuah order atau perintah untuk menutup posisi untuk membatasi keuntungan dalan nilai tertentu.

Saat pergerakan harga menyentuh level stop loss ataupun take profit, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut.

MRFN-596_top_2.png

Cara Memasang Stop Loss Yang Benar

Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam memasang stop loss yang benar, antara lain:

 

num1.png Memasang Stop loss secara manual

Stop Loss Manual adalah penghentian kerugian dilakukan oleh trader dengan menutup posisi trading sendiri di software trading, saat harga ternyata sudah jauh bergerak ke arah yang berlawanan dengan harapan kita

Faktor penentu dalam hal ini adalah EMOSI.

Cara melakukan stop loss manual bisa dengan cara berikut:

3.png


Klik 2x di posisi order yang terbuka. Lalu akan muncul jendela order. Tekan tombol close (berwarna kuning) yang menyala di jendela order. Order yang ada akan tertutup ketika tombol tersebut di tekan.
3.png

Cara kedua yang bisa digunakan adalah, dengan mengklik tanda “X” order yang terbuka di sebelah kanan bawah

1.jpg
num2.png Memasang Stop loss secara otomatis

Stop Loss Otomatis merujuk pada penentuan level harga tertentu dimana posisi trading akan tertutup secara otomatis jika sudah mencapai level tersebut.

Faktor penentu dalam hal ini adalah Manajemen Resiko.

Cara memasang stop loss otomatis dengan cara berikut:

3.png

Di menu jendela “Order” ada kolom yang disediakan untuk memasukkan level “Stop loss” dan level “take profit”. Isikan level harga yang diinginkan untuk dipasangkan level stop loss. Order akan tertutup otomatis ketika level stop loss tersebut tersentuh oleh harga.

2.jpg
num3.png

Menggunakan Trailing Stop
Selain menggunakan fitur Stop Loss dan Take Profit, bisa juga  memakai Trailing Stop. Dengan trailing stop, seorang trader bisa tetap mendulang profit biarpun harga bergerak ke arah yang tak terduga, tanpa harus khawatir mengalami kerugian yang besar.

 

Cara Menentukan Stop Loss dan Take Profit

Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam menentukan stop loss dan take profit, antara lain:

num1.png

Menggunakan perhitungan Risk & Reward Ratio
Risk & reward ratio dalam trading merupakan salah satu bagian dari Money Management.  Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengatur strategi trading adalah menghitung resiko yang siap diterima agar hasil tradingnya realistis. Dalam artian lain, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah menentukan level stop loss terlebih dahulu, setelah itu menentukan take profit sesuai dengan risk & reward ratio yang telah direncanakan.

Contoh: level stop loss yang siap diterima sebesar 50 pips, maka dengan ratio 1:2, level take profit yang ditentukan adalah sebesar 100 pips.

Cara lain yang bisa digunakan untuk menentukan stop loss dengan menggunakan money management yaitu dengan menghitung risk & reward dengan persentase. Dalam teori Money Management paling sederhana, dikatakan bahwa tidak baik bagi trader untuk meresikokan dana sampai melebihi 2-3%, jadi pada skala nilai itulah seharusnya kita tempatkan Stop Loss.

 Dalam hal ini juga akan berpengaruh terhadap penggunaan lot yang akan digunakan.

Contoh: jika memiliki equity sebesar $1000, dengan resiko yang siap diterima sebesar 3%, maka perhitungannya adalah, $1000 x 3% = $30. Artinya, dalam 1x transaksi, maksimal stop loss yang bisa diterima maksimal di angka $30. Dengan menggunakan lot 0.10, maka perhitungannya $30 : 0.10 hasilnya adalah 300 point atau 30 pips untuk batasan stop loss yang akan dipasang nanti.

num2.png

Menggunakan Price Action

Cara kedua yang bisa digunakan dalam menentukan stop loss dan take profit adalah dengan menentukan level stop loss dan take profit berdasarkan pola aksi harga yang sedang terjadi di grafik.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan, antara lain:

3.png Menentukan stop loss dan take profit dengan support dan resistance

– Tentukan terlebih dahulu garis Support atau Resistance

– Hitung jarak perkiraan posisi order dengan level support atau resistance
– Tentukan penggunaan lot dan management resiko sesuai jarak antara posisi order dengan garis stop loss di support atau resistance
– Jika garis support berlaku sebagai level stop loss, maka level resistance terdekat akan menjadi tempat untuk meletakkan take profit.
– Sebaliknya, jika garis resistance berlaku sebagai level stop loss, maka level support terdekat akan menjadi tempat untuk meletakkan take profit
3.jpg

 

3.png

Menentukan stop loss dan take profit dengan trend line

– Tentukan terlebih dahulu garis Tendline

– Hitung jarak perkiraan posisi order dengan garis trendline
– Tentukan penggunaan lot dan management resiko sesuai jarak antara posisi order dengan garis stop loss di garis trendline
– Take profit bisa diletakkan di support atau resistance terdekat yang berlawanan dengan level stop loss
4.jpg
3.png

Menentukan stop loss dan take profit dengan Fibonacci retracement

– Pasang terlebih dahulu fibonacci retracement di timeframe besar dengan menarik dari harga tertinggi ke harga terendah, atau sebaliknya

– Proyeksikan garis-garis level fibonacci sebagai level stop loss dan level take profit
– Tentukan penggunaan lot dan management resiko sesuai jarak antara posisi order dengan garis level fibonacci retracement
5.jpg