Selamat datang kembali di The Next Trader. Pada artikel kelima kali ini, kita akan membahas tentang ilmu trading yang banyak dipakai oleh para ahli teknikal, dimana ilmu ini menjadi dasar yang wajib diketahui dan dipelajari oleh para trader.

Traders, ada banyak sekali ilmu analisa teknikal yang digunakan oleh trader. Diantaranya, indikator, support-resistance, dan sebagainya. Tetapi tahukah kalian, bahwa dasar dari semua ilmu analisa teknikal itu adalah ilmu candlestick.

wide.png

Sekilas Tentang Candlestick

Kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang candlestick. Dimana, menurut sejarah, ilmu candlestick konon sudah dimulai sejak abad ke-17 yang ditemukan oleh seorang saudara beras asal Jepang yang terkenal  bernama Munehisa Homma. Ilmu candlestick digunakan untuk memprediksi pergerakan harga-harga beras pada masanya dengan menggunakan harga-harga lampau. Berawal dari catatan rutin seorang Munehisa Homma mengenai harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah pasar setiap harinya.

Homma menggambarkan pola candlestick yang pada akhirnya digunakan sebagai acuan oleh sesame pedagang beras pada masa itu. Semua pola candlestick kemudian dirangkum dalam sebuah buku bernama “Sakata Rules”, dimana isinya menjelaskan tentang pola-pola dasar candlestick dan cara penggunaannya.

Metode ini, kemudian dibawa dari Jepang dan diperkenalkan secara luas oleh Steve Nison dalam bukunya mengenai Candlestick, sehingga menjadi popular di kalangan trader mulai dari saham hinggo forex trading.

1-min(1).jpg

wide.png

Kenapa Harus Belajar Candlestick?

Traders, untuk menjadi seorang trader handal, harus memiliki strategi trading sendiri. Ada banyak ilmu analisa teknikal yang bisa dipelajari oleh para trader. Mulai dari strategi menggunakan indikator, hingga price action, dapat dipelajari oleh trader. Tetapi dari semua strategi trading yang ada, tidak bisa terlepas dari ilmu candlestick, yang sudah terbukti dan menjadi acuan dasar bagi semua trader.

Lalu, kenapa kita harus belajar candlestick, ada beberapa sebab berikut:

1. Indikator tertua, candlestick merupakan indikator tertua yang terkenal di kalangan trader. Dimana candlestick sudah mulai dipergunakan sejak abad ke-17 sampai sekarang. Sehingga tidak perlu diragukan lagi akurasinya.

2. Refleski dari pergerakan harga, dari batang candlestick bisa menunjukkan pergerakan harga sebenarnya yang sedang terjadi mulai dari harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah. Yang bisa dijadikan acuan trader untuk pemgambilan keputusan.

3. Dasar dari ilmu analisa teknikal, dari sekian banyak ilmu analisa teknikal yang digunakan, ilmu candlestick merupakan dasar dari ilmu analisa tersebut. Karena ilmu analisa yang ada saat ini, merupakan pengembangan lanjutan dari ilmu candlestick yang sudah ada.

4. Dapat digunakan di platform apa saja, ilmu candlestick saat ini bisa diterapkan di platform trading apa saja, seperti Metatrader 4, Metatrader 5, bahkan WebTrading. Tentunya memudahkan trader untuk melakukan analisa di platform yang digunakan.

wide.png

Kelebihan Candlestick

Candlestick memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh indikator-indikator lainnya, antara lain:

1. Sudah teruji sejak lama, candlestick sudah teruji sejak digunakan dari abad ke-17 hingga sekarang. Hal tersebut menjadikan candlestick sebagai acuan dalam menciptakan atau mengembangkan indikator baru yang dasarnya dari ilmu candlestick.

2. Tidak perlu update, candlestick merupakan indikator yang bisa merefleksikan pergerakan harga yang terjadi secara nyata, tanpa ada delay. Dan dalam penggunaannya, candlestick tidak perlu pembaruan, berbeda halnya dengan indikator ataupun robot trading yang seringkali harus melakukan pembaruan untuk logika penggunaannya.

3. Bisa berdiri sendiri, candlestick merupakan indikator dasar dimana dalam penggunaannya bisa berdiri sendiri tanpa bantuan indikator lain dalam  pembuatan analisa. Selain itu, candlestick juga bisa digabungkan dengan indikator lain agar lebih memudahkan dalam pengamatan pasar.

4. Informasi jelas, candlestick dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan bentuk grafik lainnya. Karena candlestick bisa memberikan informasi tentang harga pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah, serta pihak yang mendominasi pasar yang bisa digambarkan dalam bentuk batang candlestick.

5. Menyimpan history perdagangan, di dalam grafik candlestick yang sudah terbentuk, sudah tersimpan history perdagangan yang terjadi di masa lalu, yang bisa digunakan oleh trader sebagai acuan dalam membuat analisa trading, sehingga lebih memudahkan trader untuk mengambil keputusan.

wide.png

Komponen Candlestick

Di dalam candlestick terdapat 2 komponen yang harus diketahui agar lebih mudah dan akuran dalam membaca candlestick, yaitu:

  • Badan candle (body), bagian dari candlestick yang menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan pada waktu tertentu yang ditunjukkan dari bentuk dan warna.
    Melalui ukuran badan candlestick, kita bisa mendapatkan informasi mengenai kekuatan antara pembeli dan penjual. Jika badan memanjang, berarti momentum sedang menguat. Namun, jika badan mengecil maka momentum juga makin melemah.
  • Sumbu/Ekor candle (shadow), bagian yang menunjukkan harga tertinggi dan harga terendah pada waktu tertentu yang ditunjukkan dari garis lurus yang membentang dari atas dan bawah tubuh candlestick dan berwarna sama seperti bentuk candle-nya.
    Panjang sumbu atau ekor candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu panjang menandakan pergerakan harga yang cepat selama durasi candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.

2-min(2).jpg

Yang perlu diperhatikan di saat mengamati pergerakan harga dengan candlestick, perhatikan rasio ukuran badan dan sumbu. Ketika pasar mengalami tren dengan momentum yang tinggi maka badan candle akan berukuran panjang, dengan sumbu yang lebih kecil.

Saat kondisi pasar sedang tidak pasti, volatilitas akan meningkat. Pada kondisi ini, badan candle akan mengecil, tetapi   sumbunya justru akan lebih panjang.

Dari segala kelebihan yang sudah disebutkan di atas, masih banyak trader yang belum memahami pentingnya belajar ilmu candlestick. Hal tersebut bisa disebabkan beberapa hal seperti berikut:

1. Hanya focus dalam menghafal nama dan pola candlestick

2. Belum memahami makna dari sebuah batang candlestick yang sebenarnya

3. Menganggap candlestick sering memberikan false signal

4. Kurang focus dalam belajar ilmu candlestick

5. Lebih percaya pada indikator lain

6. Ingin hasil instant

Traders, banyak hal yang membuat candlestick banyak dipilih sebagai dasar analisa teknikal. Jika dipelajari lebih dalam lagi, candlestick bisa dikembangkan menjadi strategi trading yang cukup bermanfaat untuk memprediksi segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, sehingga kita bisa membuat persiapan lebih awal untuk meraih keuntungan secara maksimal.

wide.png

Dimana Kita BIsa Belajar Grafik Candlestick?

Untuk mempelajari grafik candlestick, kita bisa mencari referensi yang diperlukan agar bisa lebih memudahkan dalam mempelajarinya. 

Untuk referensi dalam belajar candlestick, kalian bisa menemukan referensi candlestick yang sangat popular di link berikut.

Beberapa material yang harus kita pahami dalam membaca grafik candlestick diantaranya: 

1. Nama dan jenis candlestick

2. Pola dari candlestick

3. Bagaimana cara trading dengan candlestick

Tugas Kalian

Traders, cara terbaik untuk belajar adalah dengan berlatih. Jadi, praktek sekarang juga buka akun (demo) trading, dan:

1. Temukan pola candlestick yang paling menguntungkan

2. Lakukan analisa dengan menggunakan pola candlestick

3. Buka transaksi beli/jual dengan menggunakan pola candlestick yang paling menguntungkan buatmu

Tanyakan kepada saya dan bagikan hasil tradingmu di webinar kami.

So traders… Mari kita belajar candlestick bersama Finex Academy!