Interview Tucker Carlson - Putin

12/02/2024, 00:53

 

Wawancara Viral Tucker Carlson dengan Vladimir Putin adalah wawancara pertama Putin dengan media Barat sejak 2019

Dua jam penuh jurnalis dan komentator senior Tucker Carlson mewawancarai Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam rekaman wawancara yang diputar di situs TuckerCarlson.com dan akun X Tucker Carlson, Putin menjelaskan beberapa hal paling signifikan terkait konflik Ukraina. Wawancara dilakukan di pusat pemerintahan Rusia atau Kremlin di Moskow, Selasa (6/2/2024) pekan lalu. Carlson datang sebagai jurnalis swasta tanpa sponsor partai apa pun. Penerimaan Putin terhadap Carlson di Moskow mengejutkan publik Amerika dan Barat. Carlson menjadi jurnalis AS pertama yang menjamu Putin untuk wawancara eksklusif. 

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut wawancara Tucker Carlson turut memicu histeria publik di Rusia. Reaksi keras datang dari elite AS, seperti Hillary Clinton. Istri mantan Presiden Bill Clinton itu menyebut Tucker Carlson sebagai idiot tak berguna. Hillary mewakili sikap dan pendapat para elite liberalis Demokrat, yang sejak lama tidak menyukai Rusia dan Putin.

News.jpg
Berikut lima poin penting yang dibicarakan keduanya:

1. Putin-Clinton bahas potensi Rusia gabung NATO lalu digagalkan

Putin mengungkapkan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton pernah menyarankan agar Rusia bergabung dengan NATO. Namun, tawaran itu ditarik kembali.
Putin juga menyoroti bahwa mereka dijanjikan bahwa NATO tidak akan melakukan ekspansi ke Timur. "Tidak satu inci pun ke Timur… lalu apa? Mereka bilang, ‘Ya, itu tidak diabadikan di atas kertas, jadi kami akan memperluasnya'," lanjutnya.

2. Rusia bisa bebaskan wartawan Wall Street Journal

Putin mengatakan bahwa mungkin untuk membebaskan reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich. Wartawan tersebut sedang menunggu persidangan atas tuduhan mata-mata. Untuk membebaskannya, Rusia meminta imbalan agar Jerman membebaskan Vadim Krasikov yang dihukum karena pembunuhan seorang pembangkang Chechnya pada 2019 di Berlin.

3. Putin sebut dukungan AS ke Ukraina sebagai tindakan provokatif

Argumen itu didasarkan pada fakta bahwa Polandia dan negara-negara Baltik adalah anggota NATO. Berdasarkan prinsip keamanan kolektif, aliansi akan membelka anggota jika ada diantara mereka yang diserang, mengharuskan pasukan AS untuk campur tangan secara langsung. "Ini provokasi. Saya tidak mengerti mengapa tentara Amerika harus berperang di Ukraina," kata Putin.

4. Putin tuding CIA dibalik meledaknya pipa Nord Stream

Putin menyalahkan CIA atas ledakan pipa Nord Stream yang menghambat rute utama ekspor gas Rusia ke Eropa dan memicu ketegangan geopolitik.

5. Putin menilai AI dan genetika adalah ancaman

Putin mengatakan umat manusia perlu memikirkan apa yang harus dilakukan tentang kemajuan genetika dan kecerdasan buatan dan menyarankan perjanjian pengendalian senjata nuklir Perang Dingin bisa menjadi panduan.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan Rusia tidak berniat menyerang negara anggota NATO di Eropa. Rusia hanya akan membalas jika diserang terlebih dahulu oleh NATO. "Negara-negara Barat berusaha mengintimidasi penduduk mereka sendiri dengan ancaman imajiner Rusia,” kata Putin.

Poin penting wawancara Tucker Carlson dengan Vladimir Putin diatas jika diambil benang merahnya ialah semua tuduhan yang diajukan Vlaidimir Putin mengarah terhadap Amerika dan Rusia tidak akan menyerahkan Ukraina, ini cukup memprovokatif karena keadaan Gopolitik Global yang ada cenderung mengarahkan menuju ke ambang pintu perang skala dunia atau World War 3 coba kita amati ketegangan Rusia VS Ukraina jika NATO dan Russia bersinggungan dalam waktu dekat perang skala besar tidak terelakan ditambah kadaan Geopolitik Timur tengah yang dipelopori oleh Israel VS Hamas (Palestina) yang melebar kesegala penjuru tetangga yang ada di Timur Tengah dan jangan Lupa raksasa ke 3 yang tertidur saat ini yaitu China yang sedang siaga untuk melakukan Invasi terhadap Taiwan.

Jika perang dunia terjadi, dinamika pasar global akan sangat kompleks dan sulit diprediksi. Namun, secara umum, ada beberapa instrumen perdagangan yang historisnya dapat mengalami keuntungan dalam situasi konflik atau perang:

* Logistik militer dan persenjataan: Perusahaan yang terlibat dalam produksi senjata, peralatan militer, dan logistik tentara dapat mengalami peningkatan permintaan dan nilai saham mereka mungkin naik.

* Emas dan logam mulia: Investasi dalam logam mulia seperti emas sering kali menjadi tempat berlindung selama ketidakstabilan ekonomi dan politik, termasuk dalam situasi perang.

* Energi: Produsen energi seperti perusahaan minyak dan gas dapat mengalami keuntungan karena permintaan mereka mungkin tetap tinggi atau bahkan meningkat saat negara-negara berusaha untuk memastikan pasokan energi yang stabil.

* Pertanian: Dalam konflik, keamanan pangan menjadi perhatian utama bagi banyak negara. Produsen makanan dan perusahaan agribisnis tertentu mungkin mengalami peningkatan permintaan dan keuntungan.

Namun, penting untuk diingat bahwa dampak perang terhadap pasar keuangan dan ekonomi bisa sangat kompleks dan sulit diprediksi. Skenario perang dapat menyebabkan volatilitas pasar yang tinggi dan berdampak negatif pada berbagai sektor dan aset. Oleh karena itu, investasi selalu harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan mempertimbangkan risiko yang terkait.

 

Promosi