Fokus Minggu Ini, 23 - 27 Mei

23/05/2022, 10:15

Dengan saham-saham AS di ambang pasar bearish, investor akan menunggu risalah rapat Federal Reserve hari Rabu untuk mendapat wawasan lebih lanjut soal respons kebijakan bank sentral terhadap lonjakan inflasi. Pendapatan ritel akan menjadi sorotan setelah hasil laba mengecewakan dari perusahaan ritel besar pekan lalu mengguncang pasar yang sudah terpukul keras oleh masalah inflasi, kenaikan suku bunga, ketidakpastian geopolitik yang berasal dari perang di Ukraina dan prospek resesi.

Data pendapatan dan pengeluaran pribadi AS - yang berisi ukuran inflasi yang disukai Fed - akan menjadi sorotan kalender ekonomi, sementara data PMI dari Zona Euro dan Inggris juga akan dicermati dengan baik. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk memulai minggu Anda.

Notulen Fed

Investor akan berharap bahwa Fed notulen dapat menawarkan beberapa petunjuk tentang apakah bank sentral AS dapat mengendalikan inflasi paling agresif dalam empat dekade tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Ketua Fed Jerome Powell yakin bank sentral dapat mencapai "pendaratan yang lunak", tetapi Wall Street tidak yakin The Fed dapat melakukannya, dengan peringatan mengenai prospek tekanan resesi.

Ahli strategi Goldman Sachs telah memperkirakan peluang 35% ekonomi AS memasuki resesi dalam dua tahun ke depan, sementara analis Wells Fargo memperkirakan resesi ringan AS berlangsung pada akhir 2022 dan awal 2023.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin sejak Maret dan pasar menetapkan tingkat kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Juni dan Juli.

Powell telah berjanji untuk menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Risalah akan menunjukkan bagaimana gigihnya pengambil kebijakan mengharapkan terhadap inflasi dan apakah ekonomi cukup tangguh untuk menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pendapatan ritel

Investor akan bersiap untuk laporan pendapatan dari Costco, Dollar General dan Best Buy di minggu mendatang setelah hasil yang mengecewakan dari perusahaan ritel besar pekan lalu memukul saham-saham dan menambah kekhawatiran atas prospek ekonomi.

Walmart, perusahaan terbesar dan saingan Target melaporkan bahwa kala lalu lintas toko masih kuat, inflasi yang tinggi mulai mengikis daya beli konsumen AS.

Sementara pialang di Wall Street memperkirakan keuntungan akan mendapat tekanan oleh melonjaknya biaya bahan bakar, analis juga mengatakan mereka tidak waspada dengan penghematan yang cepat di kalangan konsumen dan pergeseran ke arah pembelian bahan-bahan dasar bermargin yang lebih rendah daripada barang dagangan umum yang lebih menguntungkan.

Tingkat penumpukan inventaris dan diskon besar-besaran oleh peritel juga sedikit mengejutkan, kata para analis.

Pasar bearish?

Saham-saham AS berada di ambang pasar bearish – dianggap sebagai penurunan setidaknya 20% dari level penutupan tertinggi.

S&P 500 berakhir pada hari Jumat jatuh 19% dari rekor penutupan tertinggi 3 Januari dan Nasdaq turun lebih dari seperempatnya dari tingkat puncak November 2021.

Pasar telah ditekan lebih rendah oleh kekhawatiran atas lonjakan inflasi, Fed yang hawkish dan prospek pertumbuhan ekonomi. Menambah aksi jual adalah perang di Ukraina, yang telah menambah lonjakan harga minyak dan komoditas lainnya.

Investor telah melihat berbagai ukuran untuk menentukan kapan pasar akan bergerak lebih tinggi, termasuk Indeks Volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street. Kala indeks meningkat dibandingkan dengan rata-rata jangka panjangnya, namun masih di bawah level yang dicapai dalam aksi jual besar lainnya.

Data ekonomi

AS akan merilis data pendapatan dan pengeluaran pribadi untuk bulan April pada hari Jumat. Laporan tersebut juga berisi ukuran inflasi utama The Fed, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti. Para ekonom memperkirakan data menunjukkan pengeluaran tetap solid bulan lalu meskipun inflasi tinggi.

Kalender ekonomi juga menampilkan laporan untuk pesanan barang tahan lama, yang diperkirakan para ekonom akan tetap kuat, serta data klaim pengangguran awal dan revisi angka PDB untuk kuartal I, yang diperkirakan akan direvisi sedikit lebih tinggi.

Sementara itu, data penjualan rumah baru kemungkinan menunjukkan penyusutan di pasar perumahan saat tingkat hipotek naik dan konsumen menjadi lebih berhati-hati.

Angka PMI

Inggris dan Zona Euro akan merilis data PMI yang akan diawasi ketat minggu ini.

Sementara data PMI Zona Euro secara mengejutkan alami kenaikan pada bulan April, dengan sektor jasa mendapat dorongan oleh pembukaan kembali setelah gelombang Omicron, data untuk bulan ini akan memberikan lebih banyak perbaikan tentang berapa lama konsumen akan terus menghabiskan pada jasa saat terjadi lonjakan harga.

Sementara itu, indeks iklim bisnis Ifo Jerman untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada hari Senin diperkirakan akan menunjukkan penurunan.

Data PMI Inggris diperkirakan memperlihatkan penurunan permintaan di sektor jasa bulan ini. Gubernur Bank of England Andrew Bailey akan berpidato pada hari Senin.

Promosi

Scroll ke atas
Simpan halaman situs untuk akses mudah dan cepat

Ketuk

Finex app

Akses cepat dalam gengaman