Apakah Anda pernah mendengar breakout trading?

Atau apakah Anda pernah trading di saat momen breakout?

Mungkin Anda pernah berada pada situasi seperti ini:

Anda menyaksikan harga telah menembus resistance, sangat bullish. Anda terjun, ikut bermain. Namun, tak lama harga berbalik arah, padahal Anda baru membeli dengan tinggi.

Contoh di atas merupakan situasi yang tidak diinginkan oleh semua trader. Oleh karena itu Anda wajib memahami cara kerja transaksi breakout yang untuk meraih hasil yang baik.

Ikuti terus artikel Finex dan temukan cara menerapkan strategi breakout trading. Apapun gaya trading Anda, strategi ini bisa diaplikasikan secara maksimal jikalau Anda benar-benar memahaminya.

Pengertian Breakout Trading

Kita investor tidak lepas dari kegiatan mengamati, entah mengamati pergerakan harga atau bagi trader teknikal, mengamati kemungkinan tren yang akan terjadi. Sebagai trader atau investor yang aktif menciptakan peluang, kita memanfaatkan waktu untuk melakukan analisis.

Breakout terjadi ketika harga bergerak melewati level tertentu, sehingga breakout dapat diartikan sebagai potensi trading di mana harga aset bergerak signifikan menembus level resistance atau bergerak ke bawah level support.

breakout1.png

Ketika Anda trading pada momentum tersebut, Anda melakukan breakout trading.

Breakout cukup sering terjadi pada instrumen saham, tetapi trader teknikal juga dapat menemukannya pada aset komoditas dan Forex.

Jenis Breakout

Terdapat dua jenis breakout, yaitu:

1. True Breakout

Breakout asli, yang benar-benar terjadi. Saat harga menembus level kritis, maka ia akan berlanjut sesuai arah penerobosan. Sebelum mengambil keputusan untuk mengikutinya, tetap berhati-hati dengan mempelajari trading di momen true breakout dan manajemen risiko supaya tetap aman.

2. False Breakout

Breakout palsu, tidak terjadi seperti yang diharapkan. Setelah harga menembus level kritis, ia bergerak kembali ke arah sebelumnya dan cenderung mengarah ke sana. Pengalaman umum menunjukkan bahwa false breakout cukup sering terjadi di pasar.

Mengidentifikasi Breakout

Sederhananya, jika sebuah pasar tampak sangat bullish, biasanya akan terlambat untuk masuk.

Yang harus Anda lakukan tatkala menemukan potensi breakout adalah dengan mengidentifikasi pola tren harga bersama level support dan resistance guna dapat membuat rencana masuk dan keluar.

Trader dan investor aktif kerap memakai breakout untuk mengidentifikasi tren yang masih berada pada tahap awal. Breakout sering diikuti oleh aksi harga dan volatilitas yang berulang, menjadikannya lahan menjanjikan untuk meraup keuntungan.

Misalnya dalam perdagangan saham, jika sebuah saham mencapai level $100 untuk beberapa kali tetapi selalu berbalik arah, kita bisa menunggu terlebih dahulu untuk membeli karena bisa jadi pergerakannya tidak menjanjikan pengembalian. Namun, jika sebuah saham melewati $100, kita dapat melihatnya sebagai tanda untuk membeli. Pemilik saham tersebut yang berada pada posisi short mungkin tergoda menjual untuk menutupi kerugiannya. Pada saat bersamaan, situasi di mana permintaan yang semakin tinggi akan mendorong harga saham terus naik dan menjadi tren baru.

breakout2.png

Cara mudah mengidentifikasi breakout yakni dengan mengamati keadaan pasar yang “terjepit” pada channel di antara level support dan resistance – sering disebut sebagai konsolidasi. Semakin sering harga menyentuh zona ini, semakin valid potensi breakout-nya.

Periode konsolidasi yang panjang sering diasosiasikan dengan breakout besar. Instrumen yang ditransaksikan pada periode waktu yang signifikan akan mengalami pergerakan yang lebih besar daripada satu yang hanya terkonsolidasi selama beberapa pekan.

Cara Trading Saat Breakout

Anda perlu memperhatikan sejumlah hal penting untuk dapat sukses melakukan trading di momen breakout.

1. Saat membuka posisi

Jika Anda sudah yakin breakout akan terjadi, waktunya merencanakan kapan harus membuka posisi. Biasakan untuk mengamati kemungkinan breakout palsu. Anda membutuhkan kesabaran untuk menghindari breakout palsu. Tidak perlu terburu-buru open position ketika harga menembus level baru. Lebih baik amati dulu pergerakannya. Peningkatan volume transaksi secara besar-besaran bisa dipandang sebagai breakout yang nyata.

2. Merencanakan waktu keluar

Ini langkah esensial. Sebagai bagian dari manajemen risiko, Anda perlu menentukan kapan waktu yang pas untuk mengambil profit dari posisi menguntungkan dan kapan harus stop loss jika tren gagal terealisasi. Menggunakan stop order pada atau sekitaran level support atau resistance sebelumnya dapat menghindarkan Anda dari kerugian ketika breakout urung terjadi. Tanda breakout yang berhasil adalah level support sebelumnya sering menjadi zona baru resistance dan level resistance sebelumnya menjadi zona baru support.

Penutup

Pada akhirnya, Anda harus selalu memiliki rencana. Jika kita gagal membuat rencana, kita berencana untuk gagal. Breakout trading merupakan salah satu strategi yang wajib Anda ketahui untuk menambah wawasan sehingga dapat melihat peluang yang akan datang.

Anda bisa melakukannya karena terbiasa dengan penerapannya, mulai dari tahap identifikasi, momen sabar menunggu, menetapkan target yang realistis, hingga rencana keluar. Sebisa mungkin hindari campur tangan emosi dalam pengambilan keputusan. Selalu berpikir jernih dalam menghadapi volatilitas untuk mendapatkan pengembalian hebat dan risiko yang minimal.