Mata uang Zona Eropa (EUR) berpotensi lanjut melemah di hadapan mata uang safe haven. Tarif tinggi yang ditetapkan Trump untuk Zona Euro akan mempengaruhi dengan signifikan masa depan ekonomi wilayah ini. Minggu lalu, Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan bahwa perang dagang dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi kawasan ini sebesar 0,5%. Hal tersebut memberi tekanan jual pada pasangan EURJPY.

Pada hari Selasa, Eurostat melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP) inti – yang tidak termasuk barang-barang yang harganya mudah berubah seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau – meningkat pada tingkat yang lebih lambat yaitu 2,4% selama 12 bulan hingga Maret, dibandingkan dengan perkiraan 2,5% dan angka sebelumnya 2,6%. Selama sesi perdagangan di Eropa pada hari Rabu, Christine Lagarde terdengar percaya diri dalam wawancaranya di stasiun radio Irlandia Newstalk bahwa perjuangan melawan inflasi akan berakhir segera. "Kami hampir mencapai target, meskipun masih ada sedikit tugas yang perlu diselesaikan untuk mengatasi inflasi," ucap Lagarde.

Situasi di Zona Euro dapat memburuk jika Komisi Uni Eropa melakukan tindakan balasan terhadap tarif yang ditetapkan Trump. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan pada hari Selasa, "Kami tidak langsung ingin membalas, namun jika diperlukan, kami sudah menyiapkan rencana kuat untuk melakukannya, dan kami akan melaksanakannya." Von der Leyen menambahkan bahwa semua cara untuk tindakan balasan "siap dipertimbangkan" dan kami memiliki kemampuan untuk "menolak tarif dari AS."

Dari sisi Analisis Teknikal, harga EURJPY berpotensi bergerak Turun karena Indikator Moving Average melakukan Death Cross (Persilangan Turun). Sell Area EURJPY terbaik berada pada 161.450 - 161.850. Potensi pergerakan Turun EURJPY dapat mencapai Support Kunci selanjutnya pada kisaran harga 160.800 atau bahkan 160.500.

 DISCLAIMER: Isi konten bersifat spekulatif dan tidak menjamin silahkan lakukan riset lagi serta gunakan resiko manajemen sebelum melakukan transaksi

Ini bukan saran investasi. Kinerja masa lalu bukan indikasi hasil di masa depan. Modal Anda berisiko, silakan trading secara bertanggung jawab.

Penulis: Brahmantya Himawan