Pasangan mata uang utama EURUSD diperkirakan akan bergerak hati-hati menjelang pengumuman tarif balasan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu. Para pelaku pasar berpikir bahwa tarif yang ditetapkan Trump akan menyebabkan guncangan ekonomi di seluruh dunia, termasuk di AS, karena para importir di dalam negeri akan menghadapi biaya yang lebih tinggi.
Gedung Putih telah menyiapkan rencana untuk mengenakan tarif sekitar 20% pada sebagian besar barang impor ke AS. Para investor memperkirakan bahwa kebijakan ekonomi Trump mungkin juga dapat menyebabkan resesi di AS. Keyakinan pelaku pasar tentang risiko resesi meningkat setelah beberapa pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan ekonomi ketika ditanya apakah kebijakan baru dapat memicu resesi namun juga sebaliknya jika berjalan dengan baik akan memberi potensi pendapatan lebih dari sisi Amerika Serikat.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva juga menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan Reuters NEXT Newsmaker pada hari Senin bahwa dorongan Trump untuk mengenakan tarif balasan telah menambah ketidakpastian dan merusak kepercayaan, tetapi dia meremehkan kekhawatiran akan terjadinya resesi. Georgieva menyebut bahwa IMF tidak melihat "dampak besar" dari tarif yang telah diterapkan dan diancamkan oleh Trump sejauh ini.
Dari sisi Analisis Teknikal, harga EURUSD berpotensi bergerak Turun karena Indikator Moving Average melakukan Death Cross (Persilangan Turun). Sell Area EURUSD terbaik berada pada 1.08100 - 1.08400. Potensi pergerakan Turun EURUSD dapat mencapai Support selanjutnya pada kisaran harga 1.07650 atau bahkan 1.07350.
DISCLAIMER: Isi konten bersifat spekulatif dan tidak menjamin silahkan lakukan riset lagi serta gunakan resiko manajemen sebelum melakukan transaksi